DISTIANS Blog Inspirasi adalah semangat hidup

September 26, 2007

Tugas Desain Sistem Kerja:

Filed under: Kuliah — distians @ 12:52 pm

1. Mengapa sebuah Sistem Kerja harus dirancang?

Sebuah sitem kerja yang baik harus dirancang karena supaya kita dapat bekerja dengan nyaman dan terkendali. Rancangan sistem kerja yang baik akan mempengaruhi performance dan kenyamanan operator. Dan apabila operator kerja merasa nyaman menggunakan sistem tersebut, maka dia dapat bekerja lebih optimal sehingga produktivitas operator menjadi meningkat. Dalam suatu perusahaan, untuk menciptakan suasana yang harmonis dalam lingkungan kerja diperusahaan, harus ada pembenahan segala aspek yang salah satunya adalah sistem kerja yang ada dalam lantai produksi, ini adalah salah satu hal yang tidak dapat dihindarkan karena sangat berpengaruh terhadap produksi yang dihasilkan perusahaan. Selain melakukan perbaikan metode kerja disetiap bagian untuk meningkatkan produktivitas kerja, tujuan lain yang cukup realistis pada era sekarang adalah meningkatkan fleksibilitas sistem kerja, mampu beradaptasi dengan pasar dan mempunyai kemampuan berkembang untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Sistem kerja sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan, memiliki beberapa faktor penentu, yang menjadi faktor utama adalah pekerja yang berhubungan dengan produksi menjadi faktor penentu untuk perbaikan sistem kerja. Dalam perbaikan tersebut terdapat permasalahan yang komplek sehingga perlu dilakukannya penanganan langsung dari fihak manager produksi, langkah awal adalah dengan memberikan pelatihan kepada pekerja sehingga dapat meningkatkan kualitas dari pekerja tersebut.

 

2. Apa yang dirancang?

Yang perlu dirancang dari sebuah sistem kerja adalah obyek dari sistem kerja tersebut. Sebab operator tidak bisa di eksplor. Desain dari sistemiah yang akan mengikuti user atau operator. Kita dapat mendesain dengan menggunakan ilmu anthropometri sehingga produk yang dirancang menjadi ergonomic dan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operator. Dalam proses produksi , perancangan sistem kerja bukanlah suatu hal yang mudah. Kesalahan dalam perancangan akan berdampak buruk terhadap proses secara keseluruhan. Evaluasi perancangan sistem keerja harus dilakukan secara terus menerus untuk mendapatkan metode terbaik. Teknik sistematis dalam merancang dan perbaikan metode kerja disebut Methods Engineering.

 

3. Bagaimana merancangnya?

Cara merancang sebuah sistem kerja yang baik yaitu dengan kita mendesain atau merancang obyek mengikuti bentuk , sesuai kenyamanan operator. Desain dibuat berdasarkan dimensi tubuh manusia karena manusia memiliki sifat dan kemampuan yang terbatas. Pada tahap awal dari Methods Engineering adalah menentukan estimasi waktu yang akan dikerjakan oleh pekerja dalam mengerjakan tugas di stasiun kerja. Selanjutnya ketika tenaga kerja mempelajari tugas dilakukan perbaikan-perbaikan metode kerja. Jika kondisi yang berpengaruh terhadap tugas telah dinyatakan stabil, pihak manajemen melakukan studi ulang terhadap pekerjaan dan akhirnya membuat dokumen standar terhadap tugas yang dilakukan.

Langakh-langkah yang ditempuh guna mendapatkan analisis yang sebaik-baiknya adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi operasi kerja yang harus diamati.

2. Dokumentasikan langkah, prosedur, tatacara kerja yang ada. Buat sistematika urutanya.

3. Buat usulan metode kerja yang lebih efektif dan efisien.

Pendekatan tradisional yang sering digunakan untuk menganalisis metode kerja adalah pete-peta kerja. Peta kerja merupakan suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas. Operation proses chart atau peta proses opersi telah digunakan sejak lama untuk menampilkan operasi, inspeksi, dan urutan-urutan kerja untuk memproduksi produk.

Setelah membuat peta proses operasi langkah selanjutnya adalah melakukan analisis tiap-tiap komponen atau asembly dari total produk dengan lebih terperinci. Analisis untuk peta proses opersi dibatasi hanya untuk opersi dan inspeksi saja. Informasi yang diperlukan untuk analisi setiap komponen tersebut dapat diperoleh melalui flow proses chart atau peta aliran proses. Informasi yang lengkap sehubungan dengan proses operasi atau peta aliran proses tidak menunjukkan gambar dari arah aliran selama bekerja. Untuk mengetahui gambar dari arah aliran secara detail dapat ditunjukkan dengan flow diagram atau diagram alir. Diagram alir merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi di dalam peta aliran proses. Dengan demikian tujuan dari diagram alir adalah untuk memperjelas peta aliran proses melalui penggambaran denah dan untuk melakukan perbaikan tata letak tempat kerja. Perbaikan sistem atau metode kerja dapat dilakukan dengan mencari urutan proses yang lebih sederhana, menghilangkan waktu tunngu, menggabungkan proses yang sejenis, memperpendek aliran marerial, dan lain-lain. Usaha tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya produksi sehingga biaya persatuan unit lebih murah.

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: